Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Stabil, Kekhawatiran Pasokan Rusia Mereda
Monday, 18 August 2025 12:14 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak sebagian besar tidak berubah pada hari Senin(18/8) setelah sempat turun di awal perdagangan, karena Amerika Serikat tidak memberikan tekanan tambahan kepada Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina melalui langkah-langkah yang dapat mengganggu ekspor minyaknya, menyusul pertemuan para pemimpin kedua negara.

Futures minyak mentah Brent turun 6 sen, atau 0,09%, menjadi $65,79 per barel pada pukul 03:42 GMT, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) berada di $62,82 per barel, naik 2 sen, atau 0,03%.

Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada hari Jumat dan keluar dari pertemuan dengan posisi yang lebih sejalan dengan Moskow untuk mencari kesepakatan damai, bukan gencatan senjata terlebih dahulu. Trump akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan para pemimpin Eropa pada hari Senin untuk mencoba mencapai kesepakatan damai cepat guna mengakhiri perang paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir.

Pada hari Jumat, Trump mengatakan ia tidak segera perlu mempertimbangkan tarif balasan terhadap negara-negara seperti China yang membeli minyak Rusia, namun mungkin akan melakukannya "dalam dua atau tiga minggu", meredakan kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak Rusia.

"Tidak adanya hasil besar sebenarnya sudah diperhitungkan pasar, sehingga pasar tetap dalam mode tunggu dan lihat, lebih ke arah sentimen bearish, jika lebih banyak barel Rusia bisa masuk ke pasokan minyak global bila permusuhan di Ukraina berakhir," kata analis energi independen Gaurav Sharma.

China, importir minyak terbesar dunia, adalah pembeli utama minyak Rusia, diikuti oleh India.

"Yang terutama menjadi sorotan adalah tarif sekunder yang menargetkan importir utama energi Rusia, dan Presiden Trump memang mengindikasikan bahwa ia akan menunda aksi tambahan di bidang ini, setidaknya untuk China," kata analis RBC Capital Helima Croft dalam sebuah catatan.

"Status quo tetap berlaku untuk saat ini," tambah Croft, sambil menekankan bahwa Moskow tidak akan mundur dari tuntutan teritorial sementara Ukraina dan beberapa pemimpin Eropa akan menolak kesepakatan tanah-untuk-damai.

Investor juga menantikan petunjuk dari pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan Jackson Hole minggu ini mengenai arah pemangkasan suku bunga yang dapat mendorong saham mencetak rekor baru.

"Kemungkinan besar Powell akan tetap tidak berkomitmen dan bergantung pada data, terutama dengan masih ada satu laporan ketenagakerjaan dan Indeks Harga Konsumen (CPI) sebelum pertemuan FOMC 17 September," kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS